Rabu, 29 Desember 2010

Selamat Meracau

Permulaan dari racauan. racauan dari permulaan. Ya, itulah racauan. Suatu permulaan dari sesuatu. Waktu kecil kita belajar meracau bukan? kenapa sekarang tidak kita teruskan saja meracau? apakah karena meracau membuat kita menjadi aneh? Memang, meracau itu aneh, berbicara sendiri tentang berbagai macam hal yang kita fikirkan, yang bukan sesuatu yang kita konsep dengan matang dan baik. Membicarakan semua hal yang terlintas dalam fikiran kita, terlepas dari seberapa pentingnya hal itu dan seberapa tidak pentingnya hal itu, terlepas dari seberapa kagumnya seseorang membaca itu dan seberapa bencinya orang membaca buah fikiran itu. Ya, itulah racauan, hanya sebuah ide yang dimaterialisasikan dalam bentuk tulisan.

Apapun yang akan terjadi saya akan tetap meracau, karena memang itu sebuah sikap yang sangat alamiah dari saya, meracau tentang berbagai macam hal, paling tidak ini bisa membuat otak saya tetap bekerja. Memang banyak kesalahan, karena itu disebut racauan, lagipula kebenaran itu hanya bisa ditemukan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia saja, dan mungkin juga ditemukan di kamus Bahasa Indonesia-Inggris.

Kebenaran pun hanya ada dalam diri saya, ya saya. Karena yang ada dalam fikiran kalian itu salah. kenapa? ya karena itu tidak ada dalam fikiran saya. 

Saya belajar untuk tidak percaya apapun, karena itu baik, kembali lagi itu pernyataan saya. kenapa saya bilang seperti itu? karna itu ada di dalam fikiran saya. Kalau menurut anda itu salah, silahkan, berarti itu tidak ada di dalam fikiran anda, lagipula in hanya racauan. racauan itu tidak pernah benar, walaupun menurut saya racauan tidak pernah salah.

banyak hal yang bergelimpangan kesana kemari tanpa ada penjelasan lebih lanjut dalam paragraf-paragraf yang saya tulis di atas, ya karena itulah saya menyebut ini sebagai racauan, saya tidak punya keharusan untuk menjelaskan apa yang saya racaukan. Mungkin suatu saat akan timbul harsat untuk menjelaskan apa yang saya telah saya racauan, tapi tentu saja dengan sebuah racauan.

Mari meracau :)