Ide ini terbesit pertama kali ketika pacar saya (terpaksa disebut) agak marah, atau marah, atau mungkin marah sekali ketika saya bales sms dia dengan singkat-singkat. Situasi saat itu emang lagi kerja. Balesan dari pacar saya ini adalah "Itu ngetweet bisa,". Tetooot #kemudianhening
Jujur itu bikin saya terus mikir. "Oiya ya, kenapa ya? kenapa ngetweet itu lebih penting daripada bales sms pacar saya," (tuh kan kesebut lagi). Karena jujur waktu kerja emang ngetweet itu lebih semangat daripada bales sms dari...............dia ( pake kata ganti biar ga dibilang sombong punya pacar :| ).
Baiklah, sampe sini mau nanya. "Ada yang merasakan hal yang serupa? Entah di posisi saya atau...........dia.
Entah kenapa saya masih terus penasaran kenapa bisa sampe saya merasa kayak gitu. setelah berlalu sekitar sebulan, dua bulan, tiga bulan akhirnya semua lupa dan ga dibahas lagi. The End.
Loh?
kok udahan.
Baiklah, kita lanjut. Ternyata setelah saya piirkan matang-matang permasalahannya ada pada. "Untuk siapa saya menulis". Itu kesimpulan saya yang sangat sederhana.
Lalu apaan itu untuk siapa saya menulis?
Gini, kita balik ke fakta kalau manusia itu adalah makhluk sosial. Ga ada yang bantah soal ini. Oke, manusia sebagai makhluk sosial kita simpen.
Selanjutnya kita beranjak ke alasan kenapa twitter bisa sukses sampai kayak sekarang. Apa karna promosi? Banyak artisnya? Bisa update status walau cuma 140 karakter tapi buat yang ngotot nulis panjang dan ga mau pindah ke Facebook bisa pake twitlonger, atau apa ya.
Kalau dulu saya suka mikir kalau twitter itu adalah semacam ruangan besar. Sebut aja kelas. Coba dibayangin, dalam satu kelas itu kita bisa ngatur siapa aja yang ada dalam kelas itu. Enak kan? Kita bisa seenaknya memasukkan orang kedalam kelas kita untuk kita dengar apa pendapatnya. Kalau ga suka dengan omongan orangnya? ya gampang, unfollow aja, keluarin aja dari kelas, selesai perkara.
Liat kan betapa hebatnya twitter. Tanpa mesti nunggu untuk orang konfirmasi untuk bilang "Mau masuk dalem kesal gw ga?".
*nb: kecuali kalo akunya digembok ya
Kembali lagi ke kelas. Dalam kelas ini kita bisa seenaknya masukin orang yang jago banyol, temen sekolah, temen SMP, temen SMA, temen kuliah, orang yang minta follback*, akun resmi event, klub bola, bulutangkis, sampe bot pun bisa kita msukin. Itu semua terserah mau kita.
NAAAH, trus korelasinya dimana? Sama makhluk sosial itu?
Ini definisi arti kata "sosial" dari KKBI yang bisa diakses di KBBI kalau males buka Google dan search KBBI online.
so·si·al a 1 berkenaan dng masyarakat: perlu adanya komunikasi -- dl usaha menunjang pembangunan ini; 2 cak suka memperhatikan kepentingan umum (suka menolong, menderma, dsb): ia sangat terkenal dan -- pula;
ke·so·si·al·an n sifat-sifat kemasyarakatan (sifat suka memperhatikan umum, suka menolong, dsb): krn perasaan -- nya, beliau selalu disukai orang dl pergaulan
Intinya, sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan yang namanya Komunikasi, artinya ada di bawah ini daripada nanti dibilang sok tau tentang komunikasi :D
ko·mu·ni·ka·si n 1 pengiriman dan penerimaan pesan
atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat
dipahami; hubungan; kontak; 2 perhubungan;
-- dua arah komunikasi yg komunikan dan komunikatornya dl satu saat bergantian memberikan informasi; -- formal komunikasi yg memperhitungkan tingkat ketepatan, keringkasan, dan kecepatan komunikasi; -- massa Kom penyebaran informasi yg dilakukan oleh suatu kelompok sosial tertentu kpd pendengar atau khalayak yg heterogen serta tersebar di mana-mana; -- sosial komunikasi antarkelompok sosial dl masyarakat;
ber·ko·mu·ni·ka·si v mengadakan komunikasi; berhubungan;
-- dua arah komunikasi yg komunikan dan komunikatornya dl satu saat bergantian memberikan informasi; -- formal komunikasi yg memperhitungkan tingkat ketepatan, keringkasan, dan kecepatan komunikasi; -- massa Kom penyebaran informasi yg dilakukan oleh suatu kelompok sosial tertentu kpd pendengar atau khalayak yg heterogen serta tersebar di mana-mana; -- sosial komunikasi antarkelompok sosial dl masyarakat;
ber·ko·mu·ni·ka·si v mengadakan komunikasi; berhubungan;
Bisa dibilang begini hubungannya Makhluk Sosial > Butuh Komunikasi > Butuh Mendengar > Butuh Didengar.
Dari uraian ngaco diatas lalu apa hubungannya sama kelas? sosial? tweet? bales SMS? nah loh......... :| :| :| :| :| :| :| :| :|
Sebenernya bukan di kelas itu yang bikin saya jadi lebih senang bikin sebuah kicauan di twitter daripada harus membalas sms dia. :)) *hampir menyebutkan kata pacar lagi*
Yang bikin ngetweet itu menyenangkan mungkin adalah Perasaan dimana kita itu didengarkan. Ya didengarkan. Manusia sebagai makhluk sosial butuh untuk didengarkan disamping mendengarkan. Disamping mempunyai kelas yang bisa kita isi dengan orang yang kita mau saja, kita juga bisa masuk ke dalam kelas-kelas orang lain untuk didengarkan.
Caranya? ya masih seperti yang tadi, ada orang lain yang menganggap kita lucu, aneh, menyedihkan, teman, sahabat, teman SMP, teman SMA, teman kuliah dan yang kita bilangin Follbek dong kaka :| :| :| :|
Ya, paling ga dibalik semua itu kita jadi tau kalau kita didengarkan. Didengarkan ini rupanya membuat kita menjadi emrasa berharga. Oleh karena itu saat mendesak pun kita masih menyempatkan diri buat didengarkan.
Coba deh, pasti pernah di timeline anda ada aja yang kayak gitu. Ngetweet dikala kerja, saat mancing, liburan, makan, ee, sampe rumah. Mungkin ga sedikit orang yang protes "Itu ngetweet bisa, kok bales sms ga bisa,".
Kesimpulan saya sampai ke: "Ya karna ngetweet itu untuk diri sendiri, untuk saya, yang lebih saya sayangi dari anda, untuk kepuasan diri saya sendiri, bukan untuk orang lain. Karena ada kalanya seseorang ingin didengar oleh banyak orang."
Didengar oleh banyak orang. Itulah harapan hampa yang diberikan twitter :)) seolah-olah semua orang membaca kicauan kita dan membuat kita terus menerus ingin didengarkan. Lalu apa yang salah? Tidak ada yang salah, yang ada mungkin cara pandang masing-masing kita yang berbeda :)
In order to write experimentally, you have to be willing to “affirm” your own stupidity.
-- Brian Massumi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar